Dipublikasikan pada blog kompasiana, 31 Juli 2018

Lalu lalang bagai belalang  

Siap menendang semua penghalang

Berlari mengejar mimpi

Memberangus hati nurani

#

Kemarin, kau menemui teman-temanmu

Tadi pagi, kau merayu calon lawanmu

Esok, kau mungkin melupakan saudaramu

Ambisi mengisi hatimu tanpa peduli kemanusiaanmu  

#

Terang benderang wajahmu dan senyummu

Bak selebriti baru kemarin sore

Juru foto mengejarmu, pewarta selalu menunggumu

Yang selalu menghias berita hari-hariku

#

Rambutmu klimis terurai rapi

Kosmetik impor menghias wajahmu nan putih

Bajumu mahal dengan wangi parfum Itali

Sepatu mengkilat bersinar bak guci

#

Kau meradang ..memaki ketidak adilan

Kau membela orang-orang miskin

Kau mengeluarkan kata-kata manis dan mempesona

Kau hadir di saat orang lain membutuhkan

#

Politisiku,

Tetapi ..

#

Topeng kosmetikmu ..tetaplah topeng semu

Dunia dan gemerlapnya tidak lantas mengikutimu

Uangmu yang melimpah juga lenyap oleh perilakumu

Napasmu saja yang menjadi temanmu

#

Kau lupa dengan dirimu, juga asal-usulmu

Orangtuamu yang paling tahu kelakuanmu

Gurumu menangis menyesal mengajarimu

Tetanggamu .. tahu kebusukanmu

Teman kecilmu yang gelisah memikirkan kesombonganmu

Malang, 31 Juli 2018