Dipublikasikan pada blog kompasiana, 16 Juni 2018
Nama kemayoran merujuk kepada istilah wilayah kota, wilayah di pusat kota, atau dekat dengan wilayah pemerintahan kota. Ini juga sesuai dengan makna “major”, artinya pihak pengelola kota atau mengacu kepada jabatan walikota. Sebaliknya, di wilayah kota kabupaten tidak dtemukan wilayah kemayoran, karena jaman dulu kota kabupaten dianggap tidak mencerminkan “kota”.
Nama kemayoran yang paling dikenal adalah wilayah di Jakarta Utara. Kemayoran, pada jaman dahulu menjadi pusat kota di Jakarta, dikembangkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Kemayoran menjadi pusat bisnis, jasa dan pemerintahan, melayani berbagai komunitas bisnis dan sosial dari berbagai daerah.

Surabaya juga punya nama wilayah Kemayoran. Kemayoran Surabaya juga merupakan pusat bisnisnya Surabaya sejak dulu hingga sekarang. Kemayoran terletak dekat pusat pemerintahan propinsi Jatim (tugu Pahlawan, kantor Gubernur, kantor Pajak, DPRD), pusat bisnis (pasar Turi, Pasar Besar, Bank Indonesia, kantor direksi PTPN, Bank, stasiun Surabaya Kota dan Pasar Turi, kantor PELNI, kantor pos, Jembatan Merah). Di Kemayoran Surabaya, yakni khususnya di jalan Kepanjen, juga banyak sekolah (SD, SMP atau SMA), serta tempat ibadah untuk muslim atau nasrani; untuk melayani kehidupan sosial dari berbagai komunitas di sekitarnya. Semua bangunan di wilayah tersebut aslinya adalah bangunan tua, yang kini diberi sentuhan renovasi menyesuaikan perkembangan kota
Di Kemayoran Surabaya, memiliki masjid yang bersejarah, namanya masjid besar Kemayoran. Apa pesona atau keunikan masjid ini?

Posisi masjid Kemayoran Surabaya seperti masjid jami’ atau masjid agung di kota-kota kabupaten khususnya di pulau Jawa. Posisinya di berada di sekitar alun-alun atau pusat kota. Memang Surabaya tidak memiliki area khusus alun-alun seperti halnya di kabupaten. Lokasi mirip alun-alun Surabaya dapat mengena ke tugu pahlawan.
Seperti halnya masjid jami’, masjid Kemayoran juga menjadi syiar Islami pemerintahan kota. Ulama-ulama senior di wilayah memberi dakwah dan pencerahan melalui di masjid Jami’. Nama lain masjid Kemayoran adalah masjid Raudhatul Musyawaroh Kemayoran, nampak memberi makna penguatan kedudukannya sebagai tempat mulia bermusyawarah untuk kemaslahatan warga Surabaya.
Masjid Kemayoran memiliki disain dan arsitektur yang unik. Masjid ini bangunan intinya seluas sekitar 400 m2, di dalam ruang berbentuk hexagonal dengan ruang saling terhubung tembok berbentuk kubah, ditopang empat pilar utama.

Masjid Kemayoran memiliki disain dan arsitektur yang unik. Masjid ini bangunan intinya seluas sekitar 400 m2, di dalam ruang berbentuk hexagonal dengan ruang saling terhubung tembok berbentuk kubah, ditopang empat pilar utama. Bangunan inti berdinding marmer, berlantai keramik, langit flafon tinggi dan kusen pintu ukuran tebal dan tinggi (sebagaimana ciri bangunan lama). Disain interior sudah berkesan modern, dengan warna kehijauan muda, tetap mempertahankan mimbar beserta tongkat untuk khotib.
Di luar bangunan inti, atau berfungsi asalnya sebagai serambi, memiliki ruang yang lebih luas. Serambi ini juga untuk tempat sholat, dengan dua taman terbuka yang menambah kesejukan suasana masjid. Lantai serambi berlantai tegel lama, menyimpan kesan kuno. Flafon serambi dibuat tinggi menyesuaikan bangunan inti masjid, dengan disain persegi sederhana. Di serambi ini terletak beduk berdiameter 1.5 m dan masih berfungsi baik.

Masjid Kemayoran merupakan masjid tertua di Surabaya, selain masjid Ampel. Masjid ini dibangun tahun 1772 oleh pemerintah Belanda. Bukti ini tertulis pada suatu prasasti berhuruf Jawa dan latin berbahasa Jawa, yang diletakkan pada dinding serambi masjid.


Masjid Kemayoran juga menjadi saksi sejarah perjuangan Kemerdekaan. Posisinya sempat menjadi markas laskar Hizbullah menjelang pertempuran 10 Nopember 1945. Nilai-nilai perjuangan membebaskan dari penjajahan adalah implementasi nilai-nilai keagamaan sepanjang masa. Posisi masjid punya peran penting pada saat itu.
Masjid Kemayoran kini bukan lagi masjid terbesar di Surabaya. Posisinya di tengah kota terjepit oleh lembaga pendidikan Takmiriah (di sebelah Timur), SMP Negeri 2 (sebelah utara) dan pemukiman padat kampung Kemayoran (di sebelah Barat), dan jalan Indrapura (di sebelah Selatan). Masjid tidak punya lahan parkir, sehingga kendaraan diparkir di jalan Indrapura. Rasanya agak sulit mengupayakan perluasan masjid.
Saat sholat Jumat, masjid penuh jamaah dari berbagai wilayah Surabaya, atau luar kota. Saat sholat Ied, masjid tidak bisa menampung jamaah, sehingga takmir menggunakan badan jalan untuk sholat. Khotib sholat Jumat atau Ied, atau penceramah pengajian di masjid Kemayoran diisi oleh ulama-ulama terkenal di Jawa Timur baik dari pengasuh pesantren, pengurus PWNU Jatim atau PBNU, atau MUI Jatim. Banyak santri dari berbagai wilayah meramaikan pengajian di masjid Kemayoran.

Saya beberapa kali mengunjungi dan sholat di masjid Kemayoran. Masa kecil kehidupan saya di Surabaya (1970 hingga 1990), lumayan mengenali seputaran wilayah ini. Saat hari raya kemarin (1439H, 2018) saya berkesempatan sholat di sini. Imam dan khotib sholat Ied adalah KH Miftachul Akhyar, wakil Rais Am PBNU. Masjid ini memberi kesan kuat tentang budaya dan sejarah. Nilai-nilai ini perlu diwariskan kepada anak-anak.
Selamat Idul Fitri 1439H, mohon maaf lahir dan batin.
Surabaya, 16 Juni 2016