Dipublikasikan pada group Kompasiana, 10 Desember 2016

Group WA kami gunakan untuk bekerja termasuk memudahkan tugas mengajar ke mahasiswa.  Saya dimasukkan ke group WA di kampus, oleh admin teman dosen.  Ini adalah group WA dengan anggota semua mahasiswa dan dosen satu Fakultas, namanya group Mhs FP. 

Group ini ternyata juga menjadi media komunikasi yang proporsional dan bermanfaat, tidak terlalu berlebihan.  Postingan mahasiswa atau dosen dapat menyampaikan maksud dengan jelas.  Mungkin saja ada hambatan psikologis mahasiswa terhadap si dosen, dan sebaliknya dosen sedikit jaim.  Tapi sejauh ini oke-oke saja, mengalir. 

Berikut ini adalah kutipan posting WA disajikan secara bebas tidak kronologis atau sistematis.  Sebutan nama dihilangkan.  Coba perhatikan, ini ungkapan para dosen (ke mahasiswa), yang serius meminta perhatian. 

“Bagi yg mengambil MK kimia dasar,kuliahnya dimulai jam 9.30, tolong teman2nya diberitahu,terimakasih “

“Yg ambil matkul Pemb pert ditunggu”

“Semester 3 td ibu tunggu katanya Senin jm 10 praktikum mikrobiologi…tp kok gak ada yg nongol ya ?”

“yg mrogram mk. Tek. Benih..sekarang masuk”

“Kuliah mat diundur jam 08.30 wib, mohon yg tidak masuk di grup ini dikabari, terimakasih”.

 “Hari ini kuliah agrowisata kosong, trmksh”.

 “Untuk kuliah Aditif nanti siang bisa gak kl di majukan agak pagi untuk hari ini?”

“Maaf..Kuliah  mikrobiologi smt 3 thp hari ini kosong ya… penggantinya diatur kemudian”

Bagaimana respon mahasiswa menanggapi hal tersebut, atau contoh-contoh ungkapan mereka (kepada dosen).

 “Baik bu…terimakasih infonya…saya tanyakan ke yang lain”.

“Enggeh pak. Terimakasih”

“Inggeh Pak Prof. Maturnuwun”

“Bu, pak, saya mohon ijin hari ini tidak bisa hadir..ibu saya sakit di rumah.. ga ada yg jaga..terimakasih ..”

 “Maaf pak saya ijin hari ini karena sedang mengurus tiket”

“mohon maaf bu..saya ijin hari ini..masih gak enak badan”

 “Bisa Bu.. Dimajukan jam berapa Bu?”

“Yang ngambil MK rancob masuk pak”

Pak. nantik jam kuliah ekonomi teknik ada ?

Assalamu’alaikum, pak hari ini temen2 smt 5 banyak yg nggak masuk, baru pulang dari kediri Pak. Kalau kuliahnya diganti gmn pak?

Berikut ini respon mahasiswa ke mahasiswa lainnya, atau ungkapan di antara mahasiswa lain terkait perkuliahan. Ini adalah respon positif mahasiswa untuk saling mengingatkan untuk masuk kuliah.  Namanya juga mahasiswa, bahasa dan dialeknya muncul asli sesuai asal daerahnya.

“Aku sek telat….ada perlu ndek rumah soal e”

“Kelase kosong ayo yang lain masuk”

“Ayo Rek.. Ndang Mlebu”

“soryy friends kebanyakan grub, jd sampe” salkim.. aslinya mo tak kirim k grup mancingq. namae “kece abizzzzzz”

“Bagi2 teman2 yg di luar bisa tolong ngk buka pintux di lantai 3 ruangan i 1.soalx di kunci dari luar..mkci”

“Monggo silahkan dibeli nasi ramesnya 5 ribu aja dijamin enak. Cocok buat yg belum sarapan atau buat makan siang. Murmer looh”

 “Untuk yg belum membyar iuran wajib ada 3 org mohon sgra konfrmasi”

“ Aku durung mbayar ..”

“Anak THP yg cewek sudah punya gandengan semua”

“Mohon do’a restu Fakultas mau punya gawe mantu “

“Selamat bu dekan untk buku yng sudah berhasil diterbitkan”

 “Selamat hari Guru Nasional buat bapak ibu dosen UWG semoga tambah sabar dan Ikhlas dalam mengajar”

Itulah sedikit pengalaman kami dari manfaat medsos khususnya WA.  Kita dapat manfaatkan medsos untuk hal-hal positif, lembut, menyenangkan, menghargai, mendukung dan memberi rasa nyaman.

“Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit”. (HR. Bukhari)

Lembah Panderman, Malang, 10 Desember 2016

Tulisan terkait:

Antara Guru dan Medsos

Jangan mudah copas di medsos

Multi kompetensi wajib dikuasai