Ngadas, indahnya tanah airku

Ngadas, indahnya tanah airku

Untuk kesekian kalinya, pada hari Selasa, 11 Nopember 2014, penulis berkesempatan pergi ke desa Ngadas.  Desa ini merupakan desa terakhir menuju gunung bromo dari arah kota Malang, dihuni oleh penduduk Tengger asli.  Penulis tidak ingat lagi, sudah berapa kali ke desa...

Menyaksikan Tradisi Karo di Desa Ngadas, Malang

Dipublikasikan pada blog Kompasiana, 23 Oktober 2013 Pesona alam wilayah Bromo Tengger dan Semeru sudah dikenal di seluruh dunia.  Pesona itu berbalut dengan kehidupan budaya penduduk asli Tengger.  Momentum budaya Tengger yang populer adalah perayaan Kasodo...
Ramai-2 Mengembangkan Desa Wisata

Ramai-2 Mengembangkan Desa Wisata

Akhir-akhir ini pesona desa mulai terlirik.  Kata ‘terlirik’ bermakna ketidak sengajaan, suatu persepsi yang agak bias ke para wisatawan, backpacker, traveller, atau petualang.  Ini hal alamiah.  Kemajuan atau perkembangan ekonomi secara tidak sengaja menyentuh alam...

Makna sebuah peta

Hari kemarin itu, sungguh suatu pengalaman yang sangat bermakna. Pada tanggal 13 Juni 2011, penulis sedang melaksanakan diskusi di kampus Universitas Widyagama Malang dengan Penduduk (desa) Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Diskusi bertajuk Pengembangan...