Dipublikasikan pada blog Kompasiana, 4 Februari 2017

Bagi pembaca yang suka petualangan alam, Coban Selolapis bisa jadi obyek wisata pilihan untuk dikunjungi. Coban bermakna air terjun. Coban Selolapis berada pada aliran sungai hulu pada lereng gunung Anjasmoro. Coban Selolapis masuk dalam wilayah Kecamatan Wonosalam, pada koordinat -7.682434, 112.417479. 

Dari jalan raya Wonosalam – Pacet, petunjuk menuju air terjun cukup jelas, dengan jalanan pedesaan beraspal dan makadam, atau tanah. Lingkungan pedesaan dipenuhi tanaman kebun campuran, terdiri durian, cengkeh, kakao, kopi, pete, alpukat, kemiri, jengkol dan pala. Lokasi air terjun berada dalam hutan dalam pengelolaan Perhutani. Pengelolaan wisata Coban Selolapis dilakukan oleh kelompok masyarakat (SEDOV,Self Development and Motivation-SEDOV) bekerjasama dengan Perhutani. 

Nama Selolapis, berasal dari selo atau batu, dan lapis bermakna berlapis. Ini merujuk kepada air terjun kedua yang mengalir dari tebing batu. Tebing itu nampak seperti susunan batu berlapis-lapis. Batuan berlapis atau tepatnya batuan yang berstrata, berbentuk pipih lebar, banyak ditemukan di sekitar air terjun. Membuka ingatan saat kuliah Geomorfologi tiga puluh tahun yang lalu; batuan ini dari morfologinya seperti batuan metamorfosis; dan dari tekstur dan warnanya seperti batuan beku.

Perjalanan naik dari lembah air terjun membutuhkan tenaga lebih besar. Langkah dan hentakan kaki terasa berat menyangga tubuh. Kami beberapa kali istirahat untuk memulihkan stamina sambil menikmati pemandangan alam Anjasmoro, baik dari ragam flora maupun suara satwa burung khas pegunungan.

Malang, 4 Februari 2017

Penulis buku  

  1. Iwan Nugroho. 2011. Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. 362p. ISBN 978-602-9033-31-1 
  2. Iwan Nugroho dan Rokhmin Dahuri. 2012. Pembangunan Wilayah: Perspektif ekonomi, sosial dan lingkungan. Cetakan Ulang. Diterbitkan kembali oleh LP3ES, Jakarta ISBN 979-3330-90-2
  3. Iwan Nugroho dan Purnawan D Negara. 2015. Pengembangan Desa Melalui Ekowisata, diterbitkan oleh Era Adicitra Intermedia, Solo. 281 halaman. ISBN 978-602-1680-13-